Oleh: niadp | Januari 15, 2009

Jangan Ganggu Akhwat

islam2

Suatu malam saya mendapat sms dari seorang adik tingkat : “ bisa mt tlg kasih masukan buat aq?”. Nah lho.. bingung kan maksudnya apa, karena sms itu terlalu singkat dengan asumsi yang luas jika di terjemahkan versi penerima sms. Saya tanyakan mo minta masukan dari segi apa, eh.. tiba-tiba DC. Ya udahlah mungkin dia  salah kirim atau mendadak mengurungkan niat minta masukan.

 

Siang hari ketika saya sedang asyik berlomba dengan waktu dikejar deadline tugas yang harus dikumpul nanti malam, datanglah seorang akhwat ( si adik yang minta masukan via sms malam tadi). Awalnya saya tak menghubungkan maksud kedatangannya dengan sms request semalam. Obrolan biasa dengan tema yang nggak begitu penting mengalir. Jujur dalam hati saya sedikit “terganggu” karena tugas saya jadinya terbengkalai karena si adik ini ( hee.. afwan, mustinya nggak boleh gitu ya, kan kita harus memuliakan tamu😀 ). Dan…

“ Ada yang aneh nggak sih dengan diriku?”, tiba – tiba si adik bertanya.

“ Maksudnya?”, saya malah balik tanya karena belum jelas arahnya

“ Adakah yang terlihat salah dengan tingkah laku-ku akhir-akhir ini?”.

Otak saya memerintahkan sesuatu untuk mengatakan : IYA… dan saya tahu kasusnya, untungnya filter di bibir ini lumayan baik, hingga nggak sampe kebablasan. Jawaban diplomatis yang tidak men-judge lebih dibutuhkan saat itu.

“ Memang ada sih seseorang yang mempertanyakan bagaimana menyikapi sebuah hubungan antara dirimu dengan seorang ikhwan belakangan ini” jawab saya

“ Aku bingung… “, keluhnya seraya menunduk dalam. Hingga akhirnya berceritalah ia..

Sebuah cerita yang biasa saja dan lazim terjadi pada tiap wanita yang mulai beranjak dewasa😛, hanya saja dirinya adalah seorang akhwat yang masuk barisan tarbiyah sehingga segala sesuatu tidak bisa menjadi kasus biasa karena segala sesuatu akan dihubungkan dengan pertimbangan syar’i tidaknya tindakan yang diambil.

 

Dia menceritakan bahwa pada saat ini ada seorang ikhwan yang “menaruh perhatian” padanya. Si ikhwan itu tahu kalo PACARAN tidak dibenarkan, tapi untuk saat ini dia merasa belum siap secara materi untuk menikah. Lalu, dia menginginkan adikku itu menunggu sampe si ikhwan siap secara materi dan hal itu disanggupi begitu saja sama si adik. Duh.. Jadilah mereka melakukan HTS TFK ( Hubungan Tanpa Status Tapi Full Komitmen). Wah.. apaan tuh?!😀 ngarang aja sih.. maksudnya mereka emang tidak menyatakan pacaran namun punya komitmen yang mengikat. Nampaklah figur seorang ikhwan yang posesif, seolah adikku itu bener-bener miliknya seorang ( so, yang kayak gini sih malah lebih dari PACARAN). Perjanjian yang saya anggap tidak wajar seperti ini harus dihentikan. Let’s imagine.. si ikhwan akan marah besar kalo si adik terlihat dekat dengan ikhwan lain, meski hanya sekedar ngobrol dengan laki-laki manapun. Yang lebih parah, kok bisa tukang ojeg juga dicemburuin sih… hingga saat ini saya selalu ingin tersenyum dikala mengingat kejadian itu. Nggak kebayang deh wajah si tukang ojeg yang bingung diinterogasi si Ikhwan😛 . No way.. it’s over.

 

Sebenarnya dari awal saya sudah melihat gejala tak sehat itu. Namun, belum menemukan moment yang tepat untuk “ do action”, paling-paling hanya ngasih sms yang berkenaan dengan aturan gaul lawan jenis, misalkan: tidak ada yang lebih baik dari dua orang yang saling mencintai kecuali menikah dan sebagainya. Makin hari saya melihat kedekatan yang makin jelas. Si ikhwan suka nganter njemput kuliah, ah .. pokoknya saya melihat suatu proteksi tersendiri dari sang Ikhwan, yang bener-bener nggak mau kehilangan si adik.

 

Sekarang, rasanya tak ingin saya menyia-nyiakan kesempatan saat akhwat yang sudah kuanggap seperti adik sendiri ini meminta saya “membantu” mengurangi beban kasusnya. Meskipun saya sendiri merasa “kurang pantes” dalam hal ini karena saya benar-benar belum punya “pengalaman pribadi”  terikat dengan lawan jenis. Kalaupun ada, saya terbiasa meng-cut di awal dan tak sampai terlalu jauh. Meski harus diakui, tak semua yang di-cut itu nggak cocok dihati😀 , tapi demi menjaga stabilitas kenetralan hati, bagaimanapun rasa yang ada juga harus kena proyek “cutting”. Saya juga nggak suci-suci amat seperti yang dikriteriakan Sayyid Quthb suci lahir batin tanpa pernah terkontaminasi rasa. Tak dipungkiri, meski saya tidak pernah pacaran namun sering juga terbersit “suka-suka” kecil atau istilahnya admired someone. Alhamdulillah.. nggak pernah dilanjutkan dengan tahap-tahap yang sering dilakukan seseorang yang sedang jatuh cinta karena bagi saya perasaan terkadang bisa diolah. Rasa yang menggebu-gebu pada saat ini, belum tentu sama rasanya pada hitungan waktu 1 atau 2 tahun kemudian. Cinta butuh pengolahan tersendiri, kita sendiri yang memilih untuk terus ditumbuhkan atau dibunuh saja jika memang waktunya belum tepat ( ah.. again!teori selalu lebih gampang dari prakteknya🙂 )

 

Nah.. kasus si adik ini emang belum pernah saya alami. Menurut saya, perjanjian yang harus dipatuhi dan berkekuatan penuh adalah akad nikah. Dalam kasus ini si adik merasa terikat janji dengan si ikhwan sehingga tak ingin menghianati janji itu. Lalu, saya nyatakan bahwa sebelum ijab qabul, kita adalah pribadi “ bebas tak terkekang”. Tak ada satu ikhwan-pun yang boleh membatasi jodoh kita. Lah.. kalo Cuma janji antara dua hati aja mah gk ada kekuatannya. Saya sangat setuju dengan kalimat Salim A Fillah dalam bukunya Saksikan Bahwa Aku Seorang Muslim, yang kurang lebih menyatakan:

 

Untuk ikhwan:

Antum boleh jatuh cinta pada akhwat manapun, tapi ketika ada seorang ikhwan yang lebih dulu mengobarkan keberanian untuk melamar, maka berlakulah sportif, dukung dan bantu dengan hati yang tulus.

Untuk akhwat:

Anti bebas mencintai ikhwan manapun. Tapi kalo seseorang berbeda yang baik akhlak dan agamanya datang dan kita tidak punya alasan syar’i untuk menolak, jangan sekali-kali menghindar.

 

Kalimat itu pula yang saya sampaikan pada si adik, bahkan saya pinjamkan buku-buku yang berkenaan dengan itu. Bahkan saya buatkan surat Pemutusan Hubungan tak jelas itu, meski kemungkinan besar saya akan dibenci oleh si ikhwan karena sudah menjadi provokator terselubung😀 . Dan ternyata si adik juga sudah konsultasi sama murobbi dengan jawaban yang sama: SEMUA HARUS DIAKHIRI.. saya sarankan untuk menantang si ikhwan: Lamar sekarang atau tidak sama sekali, seperti lirik lagu-nya The Coors : Make it real or take it all away..!

 

Yah.. tiba-tiba saja saya ingin mengatakan kepada setiap ikhwan: Please..! Jangan ganggu akhwat. Apapun bentuk gangguan itu. Saya sendiri seringkali harus jatuh bangun menata hati karena terkadang ada juga ikhwan-ikhwan iseng dengan kata-kata yang menggoyahkan sendi-sendi stabilitas kenetralan hati. Please.. jangan ganggu jejak langkah yang masih rapuh karena sesungguhnya kami belum punya hati yang kokoh untuk bertahan. Mengertilah betapa susahnya menjaga sebentuk hati ini. Please.. jangan iseng menawarkan sesuatu yang tidak “real”, samar, gantung dan tak jelas. Karena terkadang dampak keisengan itu masih membekas dan susah hilang, tidak semudah para ikhwan yang tiba-tiba menghilang begitu saja. Atau yang lebih menyakitkan adalah ketika tawaran itu ditujukan pada beberapa akhwat sekaligus😦 please don’t..

 

Harusnya kita paham betul bahwa jodoh itu adalah urusan Pembolak-Balik Hati, kenapa tidak kita titipkan saja pada-Nya. Ambisi untuk memiliki itu bukanlah cinta. Memaksakan jodoh juga seolah menolak takdir dan ketetapan terbaik dari Allah. Mau kita kerahkan seluruh jin dan manusia agar menjadikan “seseorang” menjadi jodoh kita, tetaplah tidak akan pernah bisa jika Allah berkata TIDAK. So.. mengapa kita tidak me-lobi Allah saja. Kata Salim A Fillah lagi nih: jujurlah pada Allah tentang segala hal yang kau inginkan, maka Dia akan menggenapkannya untukmu. Be sure… saya juga sedang mencoba teori kekuatan pikiran itu.

Jika kita ingin yang terbaik, hanya Allah yang lebih tahu yang terbaik untukmu. Percayalah.. 🙂

 

 


Responses

  1. okeh okeh

  2. tak kopi ya ukht
    artikelmu
    mau tak buwat
    referensi buku
    hehehehe

    • iya.. silahkan, gpp kok, dengan senang hati🙂

  3. Assalamu’alaikum.
    Bagus tulisannya, saya Copy ya?

  4. Assalamu’alaikum…..salam kenal…..081327636318

  5. co cuit…..

  6. Ukhti


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: