Oleh: niadp | Januari 8, 2009

Salute To Palestine

Izrail Memanggil – IKIM.fm

Aku mengagumi tiap-tiap jiwa pejuang Palestina. Ingin kurasakan tiap detak jantungnya yang sangat berbeda dengan detak jantung manusia pada umumnya. Detaknya mengandung degupan semangat juang membara yang tak terpadam oleh gencatan senjata. Tiap detaknya menyeru dzikir dan letusan iman yang melangit tanpa batas. Memompa kefuturan untuk terus memperjuangkan tanah yang di cemari tentara Zionis Israel. Detak jantung mereka tak sama dengan detak jantungku yang seringkali rapuh terhempas masalah kecil, detak jantungku berdetak lemah kehilangan semangatnya jika berduka, detak jantungku tak berdetak sewajarnya disebabkan lapisan lemak dosa memenuhi pembuluhnya. Dan akhirnya aku akui bahwa mereka adalah sosok-sosok luar biasa yang biasa menjalani kehidupan diluar jangkauan pikiran biasa dan mereka mampu melakukan banyak hal diluar kebiasaan orang pada biasanya dan menolak melakukan hal biasa yang bernilai biasa lalu lihatlah hasilnya: LUAR BIASA. Mereka keluar dari kebiasaan orang-orang biasa yang mau serta merta menyerah begitu saja pada keadaan yang menyulitkan. Orang biasa lebih suka tunduk pada sesuatu agar bisa terlepas dari kesusahan meski dirinya harus menjilat, meski dirinya harus keluar dari keyakinannya, meski harus mengorbankan harga dirinya. Orang biasa seringkali menjual harga dirinya, Negara bahkan agamanya. Orang biasa tak biasa menghadapi konflik seperti yang sedang di hadapi para mujahid Palestina.

 

Benarlah bahwa Allah tidak menimpakan suatu kesulitan di luar kemampuan hamba-Nya. Mungkin secara akal pikir kita merasa “beratttt luar biasa” menyaksikan serangan Israel yang membabi buta. Kenapa? Yah.. memang berat jika hal tersebut terjadi di Negara kita Indonesia yang notabene pejabat pemerintahannya masih mengusung slogan “Cinta Dunia Tak Sudah”. Mereka masih suka korupsi, suap sana – suap sini, masih suka maen perempuan, jilat sana-jilat sini dan sebagainya. Tak terbayangkan jika benar-benar terjadi, lalu pejabat-pejabat Negara malah banyak yang menghilang dari tanggung jawab, padahal rakyat butuh penyemangat. Mmm.. itu hanya dugaan saja🙂 tapi kata Sandrina Malakiano terus kita yakini bahwa “Masih ada, pasti masih ada, calon-calon pengubah wajah negeri menjadi lebih baik lagi.”
Di Indonesia, pasti banyak mujahid-mujahid Luar Biasa🙂

 

Di sisi lain….

Sesalku menyesaki kelemahanku tak mampu menyentuh atau sekedar menawarkan selembar sapu tangan untuk menyeka apapun; entah air mata, darah atau peluh ragamu duhai mujahid Palestina. Bisa ku hanya mengalirkan air mata demi melihatmu hanya melalui bingkai televisi. Bisa ku hanya menguntai bait-bait do’a dan melafazkan surah Al Fath semampunya dengan harapan kemenangan akan bermuara di tangan-tangan pejuang Palestina, Allahumma Amin.

 

Saudaraku,

Darimu aku belajar tentang kegigihan, semangat juang dan keberanian. Tak pernah ku dengar kau bersimpuh di hadapan musuh untuk meminta belas kasih “kebebasan”, tak terpikir untuk menyerah kalah. Tidak.. tidak .. dirimu bukan pengecut. Dirimu mempunyai tempramen keberanian yang tinggi dan terlalu gagah untuk mengibarkan bendera putih. Hari-harimu di mata ku sebagai orang biasa mungkin tak indah, tapi bagimu begitu indah karena peluang Syahid terhampar di depan mata. Kobaran semangat itu jauhhhh melebihi kapasitas perlengkapan perang-mu, keterbatasanmu dan segala hal yang dibatasi oleh Musuh-musuhmu.

Inilah gambaran semangatmu:

“ Mundurlah yang ingin mundur. Berhentilah bagi yang tidak kuat bertahan, silahkan bagi yang ingin mengalami kefuturan. Aku.. masih ingin disini, di jalan dakwah ini. Sampai kemenangan menjadi NYATA atau SYAHID memuliakan diriku”, –Hasan Al Banna-.

 

Teruskan perjuanganmu saudaraku..

Disini, aku malu pada keberanian, daya juang dan kobaran semangatmu.

Banyak jiwa yang mendamba mulia sepertimu tapi sedikit yang punya keberanian untuk berbuat sepertimu.

Janji Allah itu patut di peruntukkan bagimu, para Mujahid Palestina:

Sesunguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata. supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan nikmat-Nya atasmu dan memimpin kamu kepada jalan yang lurus. dan supaya Allah menolongmu dengan pertolongan yang kuat (banyak). Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada) Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.,( Al-Fath:1-4)


Responses

  1. Selamtkan Bumi para Nabi.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: