Oleh: niadp | Desember 12, 2008

Aku dan Realita Melalui Mata

Jangan kau kira cinta datang dari keakraban yang lama dan karena pendekatan yang tekun. Cinta adalah akar kecocokan jiwa dan jika itu tidak pernah ada, cinta tidak akan tercipta dalam hitungan tahun bahkan milenia ^_^ ( Words by Kahlil Gibran)

 

Bermula dari cerita hati seorang isteri tentang suaminya yang terpikat wanita lain. Weits.. suka nge-gosip juga rupanya? Ah, nggak kok, karena aku sering main ke rumah sodara perempuanku yang suaminya petugas P3 N jadi cerita-cerita yang begituan mah uda biasa aku denger. Tanpa bermaksud begosip tapi lebih ke sharing aja sih nggak ada salahnya kan..?! Hal pertama yang terlintas dalam pikiranku adalah : bagaimana mungkin? Kok tega-teganya sih.. mereka tidak hidup dalam bilangan hari tapi sudah bertahun-tahun. Sebegitu rapuhnya-kah cinta itu adanya?

 

Mendengar cerita LIVE dari sang isteri bahwa si suami benar-benar telah “berpaling” bukan hanya sekedar isu karena sudah “tertangkap” berduaan sampe ada acara berantem hebat pula antara sang isteri dengan wanita idaman lain (WIL) si suami. Bahkan, parahnya, kini si suami jarang pulang dan sudah tinggal dengan WIL-nya tanpa status. Naudzubillahi min dzalik. Menggenaskan dan tragis. Terbayang sakitnya hati sang isteri. Saat-saat seperti ini keberadaan cinta dipertanyakan. Kemana-kah??

 

Sedih.. sedih sekali.. suami yang sedianya bisa dijadikan imam dalam membimbing isteri meniti titian surga dan melindungi dari api neraka, melayang pergi ke muara hati wanita lain. Kemana momen khusyu’ ijab Kabul? Apa makna dan kekuatan rangkaian kata yang terangkum dalam janji pernikahan? Semua menjadi kabur dan bias, lalu.. gamangnya hati menyerukan sebuah kata: CERAI dan Arsy pun berguncang karena kata itu sangat di benci Allah. Ada secarik hati wanita yang tersakiti di dunia ini. Ku pertanyakan alternatif lainnya, misalkan: bisa dengan menerima takdir di poligami.

“ Bukannya aku nggak mau mbak, untuk saat ini saja dia sudah berlaku tidak adil. Semua penghasilannya hanya diberikan pada WIL-nya itu”

yupp.. bisa diterima alasannya. Egois.. beberapa lelaki memang egois, memaknai surat An Nisa ayat 3 hanya sebagian saja:

“Nikahilah wanita-wanita yang kamu senangi dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka kawinilah seorang saja. (QS. An Nisa:3)

 

Beberapa laki-laki disekitarku bahkan selalu memakai ayat ini demi memuluskan kepentingannya. Kita para wanita tentu tak pernah bisa membantah ayat ini kan? That’s true, ketika aku ditanya bolehkah berpoligami, tentu saja dibenarkan asalkan niatnya benar dan dengan cara yang benar serta dilandasi ilmu yang benar (nah lho..susah nggak). Adakah jaminan adil itu akan berlaku dalam perjalanan ke depannya nanti? Nggak yakin? Makanya satu aja cukup deh.. dibimbing baik-baik “amanah” yang dianugerhkan Allah itu.

“Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara isteri-isteri(mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” ( QS. Annisa 129)

 

Dikira adil tu gampang kali ya..!! menurutku, poligami tanpa ilmu yang memadai hanya akan berbuah saling menyakiti. Ssttt.. denger-denger nih laki-laki itu fitrahnya emang akan mengalami puber 2 kali dalam hidupnya. Bener pa nggak, belum ada kepastian tapi yang pasti bisa dipastikan banyak kejadian yang udah pasti (hehe..afwan rada ribet nyusun kosakatanya). So, ibu-ibu seantero dunia, musti pinter-pinter mengidentifikasi gejala-gejalanya..! susah juga ya jadi wanita. Seringkali temanku protes “it’s not fair”, kok kita-kita terus yang dikenai banyak hal: mulai dari virginity-nya dipertanyakan, musti siap di poligami, dititipi rahim buat mencetak generasi penerus, diperintahkan menjaga hijab, dan sebarek aturan lainnya (bilang aja udah stagnant, nggak tau aturan-aturan lainnya hee..). Dan kalau udah “hot” gitu biasanya sih.. aku cuma bisa bilang “itulah yang membuat kita istimewa, laki-laki belum tentu diamanati banyak hal. Itu artinya kita makhluk Allah yang terpercaya” (Narsis dikit).

 

Brrr.. bergidik rasanya mendengar banyaknya kasus-kasus “terguncangnya biduk rumah tangga”. Apa emang musti gitu ya? Beberapa bulan yang lalu, seorang ibu dengan derai air mata pernah bercerita tentang suaminya yang kepergok “selingkuh” bahkan sampai tahap zina pula dengan wanita yang lebih muda. Duh.. aku tahu ke-dua nya (ya suaminya, ya selingkuhannya). Mm.. gimana ya,sulit sekali diterima logika, mereka layaknya ayah dan anak-lah. Aku sering melihat mereka berdua, hanya saja tak terpikirlah ternyata kebersamaan itu “begitu” adanya. ada yang mengatakan, laki-laki bisa membutuhkan waktu 10 tahun untuk menjinakkan wanita, sedangkan wanita sanggup menjinakkan laki-laki hanya dengan satu senyuman saja (Dahsyat bangettt). Nah mungkin disinilah masalahnya. Pay attention pliz!! Be careful with your smile karena bermula dari senyuman semua bisa saja terjadi (alih-alih dibilang sedekah, yang ada malah terpikat).

 

Sedikit ngubek-ngubek ilmu psikologi tentang permainan kucing dan tikus, psikolog Lena Al Maghribi mengatakan bahwa di Timur kaum laki-laki pada mulanya berjalan hingga tidak beralas kaki dan menangis hingga buta untuk mengungkap sikap ramah pada wanita dan membuang waktu berhari-hari dalam mengejar wanita. Sesudah berakhirnya segala komitmen-komitmen dari pihak laki-laki terhadap wanita, peran pun bertukar. Si wanitalah yang harus mati-matian meraih satu senyuman ridho suami sedangkan suami mulai cuek, tak peduli dan melalaikan isteri. Dalam ilmu psikologi disebut kejar mengejar antara Kucing dan Tikus. Benarkah demikian kiranya?!

Julia Stevan, seorang spesialis hubungan keluarga mengatakan: “ Bagaimanapun banyaknya jumlah wanita, problem mereka yang paling penting bersama lelaki tetap satu yaitu bagaimana membuat laki-laki tertarik dan terus dekat dengannya”. Duh..capeknya! tak heran terkadang saking posesif nya wanita bisa melakukan apa saja dan tak habisnya maintenance penampilan. Menurutku sih seharusnya nggak gitu-gitu amat kali, cobalah menumbuhkan rasa cinta terhadap kekurangan, tidak melulu cinta sama kelebihan saja. Anyway, again perlu diingat selalu bahwa yaa.. tidak semua laki-laki inginnya something physical only. Mo bukti? Aku pernah tuh sharing dengan seorang bapak yang aku ketahui isterinya tidaklah cantik dengan badannya yang masuk kategori “big”. Sekedar ingin tahu bertanyalah diriku akan “apa sih yang disukai dari isterinya” soalnya mereka terlihat langgeng dan sampai saat ini tidak terjangkit “kasus mendua ke hati yang lain”. Guess what? Mmm.. yang membuat bapak cinta terus sama ibu adalah karakter ibu yang smart hingga bisa mengimbangi suami, pokoknya connect terus kalo diajak ngomong tentang apapun. Ooo.. gitu ya, paham..paham, memang dalam hidup ini penting sekali menjunjung kata tawadzun/seimbang. Suami isteri itu selayaknya neraca timbangan yang musti balance terus karena kalo nggak, akan menimbulkan masalah. Tul kan?. Makanya kalo nyari pasangan di sarankan buat nyari yang sekufu aja.. ( teori emang lebih gampang daripada prakteknya hihi.. sebenernya diriku gk paham-paham amat sih..secara emang belum ada pengalaman pribadi)

 

Rumah tangga menyimpan sejuta rahasia, meskipun telah menyatakan “aku menikah dan bahagia”, badai pasti saja melanda hingga dapat meruntuhkan tautan yang kokoh sekalipun, lalu bisa jadi keduanya menyerah ataupun harus bertahan mati-matian. Angela Beatle berkata: “Ada masalah-masalah kecil dan ada masalah-masalah besar dan biasanya pasangan yang cerdas dapat membentengi diri mereka dari masalah-masalah yang sudah diketahui. Akan tetapi yang tidak terlintas dibenak mereka bahwa ada masalah rutinitas kecil dan sepele yang dapat menyebarkan racun-racunnya tanpa mereka sadari akan bahayanya.”

Rumah tangga memiliki banyak rahasia dan tak seorangpun dapat mengetahui apa yang terjadi di balik-balik pintu yang tertutup itu.

 

By the way, tumben-tumbenan deh nia bahasannya berat gene ( he,,he,, emosi..emosi). melihat betapa berlikunya hidup berumahtangga itu ya, membuat diri ini lebih mawas dan musti banyak menarik pelajaran dari kisah-kisah yang ada. Yang terpenting adalah Ilmu Yang Memadai. Melihat fenomena artis yang kawin cerai, terlibat selingkuh, pejabat yang berzina dan sebagainya, benar-benar membuat gerah dunia. But don’t worry.. masih banyak contoh-contoh rumah tangga yang sakinah, mawaddah warohmah. Kalo menginginkan pasangan hidup yang baik maka dirinya harus berusaha menjadi baik terlebih dahulu.

Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula) dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik-baik untuk wanita yang baik pula ( QS.an-Nuur:26)

JUST REMEMBER…!!!

Dan janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya zina itu adalah perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk (QS. Al-Israa:32)

 

Segala sesuatu itu pasti ada kekurangan

Karena itu kamu tidak akan mendapatkan teman

Yang sempurna dalam segala hal

Hiduplah dengan mereka atau nggaplah

Sebagai teman baikmu

Karena mereka bisa saja memotivasi kamu

Untuk melakukan dosa

Atau sebaliknya, memintamu menghindarinya

Maka sebaiknya kamu tidak memilih minuman yang pahit

Sementara orang memilih minuman terbaik dan nikmat

Untuk menghillangkan dahaganya

Barang siapa ingin memperoleh ketentraman yang panjang

Cukuplah memilih wanita cerdas dan berakhlak mulia

Untuk dijadikan pendampingnya

Dengan memahami kekurangan yang dimilikinya

Sebagai RAHMAH

 

 

 

 


Responses

  1. q pengen..banget punya keluarga yg sakinah..
    tapi saat ini q msh dalam tahap penatian..
    semoga saja Allah memberikanku jodoh yang setia amien…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: