Oleh: niadp | Desember 5, 2008

Jalatsa-Ruhiyah

A New Day Has Come

Rabb.. Indah kucintaiMu Bila Ku MenemukanMu

 

Tuhan.. dalam termangu aku masih menyebut nama-Mu

Biar susah sungguh mengingat-Mu penuh seluruh

Caya-Mu panas suci

Tinggal kerdip lilin di kelam sunyi

Tuhanku, aku hilang bentuk, remuk

Tuhanku, aku mengembara di negeri asing

Tuhanku, di pintuMu aku mengetuk

Aku tak bisa berpaling

(Do’a-Kepada Pemeluk Teguh- Chairil Anwar)

 

minggu, 30 November 2008

Jam 08 pagi..

Minggu yang cerah, namun banjir air mata. Kenapa? Ini semua terjadi karena ngikutin Jalatsa Ruhiyah. Liqo mingguan nya libur dulu demi ini acara. Akan sangat disayangkan sekali jika melewatkannya, kapan lagi bisa silaturahim dengan akhwat-akhwat luar biasa dan soleha. Aku?? Masih dalam metamorfosis tapi kok nggak jadi-jadi kupu-kupunya, mungkin kurang bahan kali ya hehe, sayapnya juga belum punya, kata yang jual sayap sih stok nya lagi abis (apaan sih.. nggak nyambung!). Rentetan acaranya mulai dari NoBar film Sang Murobbi, Taujih, Games dan Muhasabah.

 

Mungkin rada nggak “Up Date” kalo NoBar Film Sang Murobbi yang rata-rata udah pada nonton sendiri-sendiri. Tapi yang namanya NoBar tetep aja asyik, lebih ada TasTe kata temanku beralasan. Hikmahnya, mengajarkan kita tentang betapa “sulitnya” jadi murobbi, tidak mudah dan butuh perjuangan terlebih kesabaran tingkat tinggi. Sekilas kulirik murobbiku di barisan belakang dan murobbi-murobbi lainnya. Hmmm.. mereka sunggguh luar biasa. Seperti kata Opick:

Alangkah indah wajah-wajah para muslimin,

Penuh cinta kasih di hidupnya

Menjaga diri dari segala dosa

Berkasih sayang pada sesamanya

Alangkah indah wajah-wajah para muslimin

Menjaga mata, mulut dan hatinya

* * *

Mereka yang tak dilalaikan oleh dunia

Hanyalah Allah saru tujuannya

Diamnya dzikir penuh dengan do’a-do’a

Setiap langkah adalah ibadanya

 

Kira-kira bisakah suatu hari menjadi bagian dari mereka?? Hiii.. muke gue jauh..! tapi seorang menguatkan ku:

Pesimistis tak lebih dari sikap takabur mendahului nasib! Lakukan yang terbaik sekarang sehingga kita akan berkelana sesuai keinginan. Apapun yang terjadi. Be positive dan percayalah pada semua ketidakmungkinan (Kata Sang Pemimpi)

By The Way, mirip kata-katanya Andrea Hirata ya? Iya nih,, udah bisa dipastiin temanku ini “Plagiat” novel Sang Pemimpi ( hehe.. afwan jiddan). Whatever, terharu dan membiru-lah suasana NoBar Sang Murobbi. Kenapa? GPT (Gk Pake Tanya) nonton aja, nggak bisa diungkap dengan kata-kata.

 

Next, taujih “ Menjadi Wanita Soleha Seutuhnya” . Dooo.. dari judulnya aja udah “menarik” buangett. Siapa sih yang nggak mau jadi soleha? Yang penting sekarang: semangat.. semangat.. semangat memperbaiki diri aja dulu. Kalo udah ngumpul-ngumpul sama para akhwat yang soleha-nya selangit ( hee.. pleonasme), berasa banget “ nggak ada apa- apanya aku ini” dibanding mereka yang udah mantep-tep berislam secara kaffah. Materinya one hundred percent about woman: peran wanita di berbagai posisi, wanita sebagai hamba Allah, wanita sebagai seorang anak, wanita sebagai muslimah remaja, wanita sebagai anggota masyarakat, serta kiprah wanita di rumah tangga dan menjadi seorang umi. Nah.. terkhusus yang terakhir, iseng ku bisikkan pada teman disampingku, “ yang itu nggak usah dicatet, belum masuk kategori kan?.” Ha..ha.. tanpa sadar kami tertawa, ups.. padahal ini di majelis tapi ku lihat temanku itu bener-bener nggak nyatet ( duh.. kan kidding only kok diturutin sih..).

 

Setelah berkerut-kerut menelaah makna dari materi yang disampaikan pemateri (ciee..kayak ngerjain matematika aja), waktunya BrEak for playing game. Play apaan?? Play station, playing football or what? Ih norak! Ya nggak lah, biasa-lah, hiburan yang asyik dan seru. Games yang bukan sekedar games tapi mengajarkan kita arti kebersamaan, saling membantu, bekerjasama dan mengandung nilai silaturahim yang kental. Make me fresh absolutely!! Rasanya ilang semua stress yang numpuk (Oo.. ketauan suka nabung stres ya..).

 

Lalu, inilah sesi paling menyedihkan dari semua rangkaian acara namun kutunggu kehadirannya yaitu MUHASABAH. Diawali lantunan surat Ar-Rahman yang menelusup di padang hati yang kemarau “ Maka Nikmat Tuhan yang Manakah yang kan kau dustakan. Environment seisi ruangan berubah hening dan senyap mendengarkan kisah tentang Ibu Bermata Satu yang di benci anakknya padahal beliau telah mengorbankan satu matanya demi menyempurnakan fisik sang anak tanpa sepengetahuan si anak. Rabb.. hatiku nyeri seketika. Jiwaku melayang menemui sosok ibu di tiap ruang memoriku. Putaran- putaran peristiwa tersaji dalam sebuah ingatan. Sedih mengingat betapa beberapa malam belakangan menyaksikan ibu sakit, yang membuatku tak tidur semalaman demi menemaninya, menanyakan keadaannya, menawarkan minum dan sebagainya. Letih.. tapi ibu tak pernah letih merawat dan mencintaiku sedari kecil. Baru beberapa malam saja aku “berkorban” lebih ( pengorbanan versi-ku sendiri), itu juga sudah membuat temanku memvonis-ku : nampak lebih kurus (langsing bahasa halusnya) dan terlihat pucat. Oh God.. hanya beberapa malam saja telah menggerus fisik apalagi bertahun-tahun. Ku akui : IBU adalah wanita perkasa. Love you so! My sacrificing is nothing than her, always be. Hebatnya, saat beliau sembuh di suatu pagi kurasakan pijatan lembut di badanku dan terdengar gumamannya: anakku capek menjagaku sepanjang malam. Hhh.. tidak! I am nothing, you are the best. Sebelum ibu sakit aku sempat kesel karena ibu usil menyembunyikan kamera digital dan bilang tak tahu saat kutanya. Lalu ibu sakit dan nyeseeelll banget udah sempet kesel sama ibu. Cobalah perhatikan, betapa cepatnya ibu mengembalikan pengorbananku. Bahkan aku dapet hadiah jubah hijau muda yang cantiiikkk berhias bunga-bunga kecil di sekitarnya. You know that it can make me like a princess ( at least for my mother ). Pesan ibu: nggak boleh dipake pengajian  atau acara yang tidak begitu penting. Baju ini biasa dipake orang ketika menerima lamaran. Hah!! Mungkinkah ( wii.. GeEr, mungkin bener jg, kan kakak ku bentar lagi mo merit hehe). Ah.. hati seorang ibu layaknya sebuah jurang yang selalu ada maaf di dasarnya, selalu ada rahasia yang tak tertembus mata tak peka anaknya. Kurasakan mataku kian mengabur.. nikmat Tuhan yang mana yang akan aku dustakan lagi. Tes.. tes.. ada aliran bening yang jatuh satu-satu dari kelopak mata, ini asli anugerah Tuhan. Oh tidak, aku nggak pernah boleh terlihat cengeng, aku tak biasa menangis di tempat umum. Tapi tak bisa, desakan-desakan dari dalam telah memaksa stok air di kelenjar mata pasang tak bisa di surutkan. Makin lama muhasabah kian mengiris relung hati. Ya Allah.. inilah diriku yang lemah tanpa-Mu. Bener-bener terasa kecil-nya jasad ini sebagai makhluk-Nya. kulihat surga yang masih jauuuhhh dari pandangan. Diriku masih jauuuuhhh dari soleha seutuhnya. Aku yang mengaku mencintai-Nya tapi juga penghianat bagi-Nya. terlepas dari setiap penghianatan aku ingin “menemukan” Tuhan di tempat terbaik.

“ ya Tuhanku, tempatkanlah aku pada tempat yang diberkahi dan Engkau adalah sebaik-baik pemberi tempat ( Al-Mu’minun:29).

Sebenarnya, aku tak biasa menangis di keramaian tapi kini tak tertahan. Habislah aku diolok-olok temanku nanti. Muhasabah sebagai wadah introspeksi diri sukses membuatku “ membuang malu” untuk mengesampingkan rasa JaIm untuk tidak larut dalam indahnya bermuhasabah. Buat kamu yang merasa matanya telah lama kemarau, coba deh ikutan muhasabah rame-rame.

 

Jalatsa ruhiyah bisa menjadi makanan bergizi bagi rapuhnya hati yang sering berbolak-balik.

Ku tanya temanku “ Nggak nyesel kan ikut acara ini?”.

“ asli, sama sekali nggak nyesel. Dan ternyata, kamu tuh cengeng juga ya baru digituin aja udah ngalir hehe… weeekkkk bandel, yang itu nggak usah dibahas.

Oh ya, untuk di ketahui aja. Markas kami bersebelahan dengan Public Area Linggau Expo yang lagi hot-hot-nya nampilin artis-artis dangdut dengan hebohnya dan tak tahu waktu. Sampe-sampe petugas masjid musti teriak-teriak via microphone untuk nurunin mbak-mbak yang lupa turun panggung itu ( hi.. lucu deh). Mmm.. dua lini hidup yang berbeda.

 

Whatever, biar kata datang bawa ceria, pulang dengan muka sembab dan sayu tapi hatiku full tank nih..! baru diisi, baru di maintenance. So fresh.

Sekarang mo mimpi…

Jadi murobbi, wanita soleha seutuhnya, hamba Allah yang berhati hidup, meniti dakwah yang sesungguhnya..

Ya Allah.. aku ingin terus dekat denganMu

Meski bagaimanapun adanya aku

Tolong Allah, ingatkan aku kala ku mulai menjauh dariMu

Tuntun aku kembali bila tersesat

Bimbing langkahku selalu menuju-Mu

Sesungguhnya tak ada daya untuk mengatur diriku

Hanya Engkau yang mampu hingga diriku

Pasrah hanya bersandar padaMu

(taken from my daily writing)

— TO BE CONTINUED –

 

catatan kecil: dedicated for someone that I Love: berbulan-bulan Bulan selalu bahagia dari januari sampai Desember tiba. Meski tak selalu purnama, meski tertutup awan, meski hanya nampak sebagian kecilnya.. I know you know why..


Responses

  1. nice posting ^^

    assalaamu’alaykum..salam kenal ukhuwah ya ukh🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: