Oleh: niadp | November 27, 2008

Keluh Kesah Drama PPL KU

Egois.. egois.. bikin sebel aja

Egois itu adalah salah satu sifat yang aku benci banget dan berharap sifat itu tidak melekat erat di diriku ( meski mungkin aku juga termasuk tipe orang yang egois tapi nggak nyadar aja hehe ).

Egois.. mementingkan diri sendiri tanpa mau berpikir tentang orang lain, asalkan urusannya kelar meskipun harus mengorbankan banyak perasaan ( weits.. ada apa neh! Lagi es moni ya ? )

 

Manusia fitrahnya adalah makhluk sosial yang menjalani hidupnya bersama makhluk-makhluk lain dan sudah menjadi hal yang lumrah jika sering terjadi ketimpangannya dalam perjalanannya, misalkan saja ketimpangan hubungan kita dengan alam yang mengabaikan prinsip simbiosis mutualisme menngakibatkan banyak terjadi bencana.

“ Telah nampak kerusakan di darat dan dilaut karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali ( ke jalan yang benar ) – Ar Ruum:41 –

Nah.. begitu juga masalah Hablum Minannas, jika tidak pinter-pinter menyeimbangkan diri, bawaannya tu mo ribut melulu satu sama laen. Tapi toh kita memang sudah ditakdirkan hidup dalam ruang lingkup sosial, mulai dari keluarga, antar saudara, tetangga, teman dan lain-lain.

 

Ah sudahlah.. ribet. Intinya aja, hal yang suka mengganjal di hati adalah mengenai Team Work Building (Membangun Kerjasama Tim). Lho kok.. gimana ceritanya sampe kepikiran masalah itu??

Sederhana saja

Mungkin dari SD kita udah sering dapet kelompok dari guru kita. Tau nggak sih pesan moral dari metode kerja kelompok? Itu kan bisa mengajarkan kita mengenai teamwork building, bagaimana bersinergi hingga menjadi satu kekuatan untuk mencapai tujuan. Kurt Lewin’s opinion said that the essence of a group is not the similarity or dissimilarity of its member but their interdependence. Yupp.. bener banget. Yang jelas dala mtim itu ada beberapa “kepala” dengan karakter yang berbeda  namun satu tujuan. Trus bagaimana caranya “menyatukan hati” agar bisa sampai ke tujuan bersama-sama dan membawa laporan yang memuaskan mulai dari proses perjalanan sampai ke tujuan yang diinginkan. realitanya, seringkali dalam kelompok terjadi “benturan-benturan” yang membuat anggotanya terpecah belah akhiranya sampe ke tujuan tidak bareng; ada yang duluan nyampe tapi ada yang masih jauhhhh ketinggalan di belakang atau parahnya ada juga yang sibuk ribut di jalan hingga menyebabkan nggak nyampe-nyampe ke tujuannya (huh.. cape’deh). It’s bad, selfish and disorganized. 

 

Mari belajar arti kerjasama dari lebah madu:

Ada sekitar 80 ribu lebah dalam setiap sarang walau jumlahnya banyak mereka bekerjasama dengan sempurna dalam setiap interaksi sosialnya. Ketika ada benda asing yang datang maka 500 lebah akan menyerangnya untuk menjaga sarang. Ketika suhu luar sarang melebihi 350C, ada lebah yang mengipaskan sayapnya sehingga suhu sarang stabil. Ketika ada lebah yang menemukan sumber makanan maka ia menari-nari memberi tahu lebah lainnya tentang letak sumber makanan itu berada. Ketika membangun sarang, mereka bekerja dari arah yang berlawanan namu nsarang tersebut tersambung secara sempurna. ( Aceng Haris Surahman-The Journey of Soul).

Subhanallah.. coba aja kita gitu. Gemes banget ya liat kerjasama para lebah yang manis-manis itu. Tapi kita terlalu banyak stok egoisnya sih.. jadi susah mengaplikasikannya. Egois itu dengan dahsyatnya mengakibatkan tidak terpadunya pola pikir (way of thinking), pola emosi dan motivasi (way of feeling) dan pola tindak (way of action) sehingga tidak terjadi titik temu berbagai keinginan dan interest dalam tujuan bersama (common goal) seperti yang diungkapkan Prajudi Atmosoedirjo.

 

Hmm.. entah ini memang terjadi dimana-mana atau hanya aku saja yang rada-rada sensi, yang jelas jika ada tugas yang dikerjakan secara “tim”, maka menjadi kebiasaan membebankan penyelesaian pada segelintir orang. Jeleknya tuh kalo ada masalah/konflik mulai deh nyari-nyari siap yang salah bukannya nyari solusi. Dalam tim juga sering terjadi saling iri, itung-itungan beban kerja, saling ngomongin kejelekan antar member, membuat “gap” diantara anggota, mau menang sendiri dan lain-lain (secara diriku udah ngalamin sendiri hehe..). aneh.. aneh sekali. Bukankah dalam satu tim mustinya mampu bersinergi dalam mencapai tujuan?. Mengertilah bahwa keakraban adalah komunikasi yang membangun, menyemangati bukan melemahkan, membuat optimis bukan pesimis, mencari solusi bukan mempermasalahkan masalah. [ alHikmah ].

 

So, gimana dong membangun rasa kebersamaan dalam tim?

Kasus ringan aja; ngumpulin temen-temen holaqoh mingguan + ngatur jalannya acara aja udah jadi satu “kesulitan” tersendiri. Yang namanya pengajian seminggu sekali tanpa “protokoler” yang sibuk-sibuk mulai dari senin sampe H-1 bisa dipastiin “ancur, amburadul bin macet”. Di tempat kerja juga sulit menyatukan langkah dalam sebuah kebersamaan. Benarkah faktor “keakuan/selfish” yang mendominasi kekacauan ini? Ya..tanya aja Galileo hee.. (sama Galileo aja belum kenalan kok..). lihatlah draft-ku mengenai kebersamaan: adalah upaya saling memikirkan, saling membantu, melepaskan ego “keakuan”, memandang perbedaan sebagai seni, saling memahami. Duh.. pasti indah!. lalu kucoba menanamkan satu keinginan atau bisa dibilang my resolution-lah ya: bahagia karena membahagiakan lebih gampang didapat ketimbang bahagia karena dibahagiakan. Berbahagialah dengan cara yang berbeda, apapun yang terjadi karena aku berhak BAHAGIA.. ( kalimat ini –lah yang meredakan segala kekecewaan ketika dikecewakan oleh keadaan yang mengecewakan).

 

Hhhh.. PPL telah berlalu. Serpihan luka kecil hasil saling menyakiti, ketidak kompakan dibalut keegoisan dan tamparan kata telah sembuh. Sungguh, aku bahagia dengan caraku sendiri. By the way, ternyata aku sayang sama kalian dan pasti kangen dengan”kebersamaan” itu. I will Miss U Much. Ada apa dengan PPL ? nggak da apa-apa, hanya emosi sesaat ketika gelombang keegoisan melanda. Apa yang terjadi? Tidak terjadi apa-apa, apalagi menelan korban jiwa hehe.. emang asyik mendramatisir masalah ya..😀

Temen-temen..!

Persahabatan adalah sesuatu yang paling susah dijelaskan di dunia. Ini bukanlah sesuatu yang bisa kita pelajari di sekolah. Tapi jika kamu tidak belajar arti persahabatan kamu sesungguhnya tidak belajar apapun. (kata orang sih.. kalimat ini Mohammad Ali yang bilang, nggak tau juga sih..wong aku nggak pernah denger langsung he,,he,, jahil)

Ingatlah selalu…!

Setiap perjalanan adalah hikmah bagi orang yang bijak, yang menyerahkan segala sesuatu pada Allah dan mengharap ridho-Nya ( Abu Barqi)

Akhirnya.. mari menggali hikmah dari sitiran ayat berikut:

Dan mereka tidak menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa yang mereka berikan dan mereka mengutamakan orang lain daripada mereka sendiri meski sesungguhnya mereka sangat membutuhkan. ( Al Hasyr-9)

Last.. my own words;

Terjalin hubungan baik lebih membahagiakan drpd ukuran materi, hidup dicintai sesame lebih melegakan meski harus mengalah dan hati terkorban. So, delete virus EGOIS dari folder hati kita, masukkan ke Recycle Bin dan buang jauh-jauh tanpa bisa di restore.🙂 Luv U


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: