Oleh: niadp | November 14, 2008

Bila Hidup Itu Cermin

Bila hidup itu cermin

Maka isyarat apa yang mampu menyiratkan hidup

Bahwa kehidupan itu adalah sosok kita

Atau.. sesosok kehidupan adalah penampakan dari wujud kita

Yang telah terpantulkan melalui lembar-lembar perjalanan

Maka,

Bila hidup itu cermin

Seharusnya kita lebih mengerti dan memahami hidup, apa dan bagaimana

Yang telah dan akan dilalui agar mampu menempatkan diri padanya

Bila hidup itu cermin

Seharusnya kita dapat bersentuhan lebih dekat padanya

Agar kita mengetahui dengan jelas benar

Segala kekurangan yang terpantul dari cermin itu

Namun, sayang

Kita sering menganggap bahwa hidup itu adalah cermin cembung

Yang selalu melebih-lebihkan kekurangan

Dan mengurang-ngurangkan segala kelebihan yang dimiliki

Atau kita sering menganggap bahwa hidup itu adalah cermin cekung

Yang selalu memberikan kekecewaan pada apa yang dipantulkannya

Dan menganggap cermin kehidupan adalah wujud yang lari dari kenyataan

Padahal kalau saja kita mampu merenungkan sejenak peristiwa yang telah kita alami,

Baik yang memalukan maupun yang menyenangkan adalah cerminan diri kita

Yang tak sempat kita cermati bahkan luput dari pandangan mata.

Cobalah mengerti, andai kita mampu melihat hidup ini seperti cermin datar

Yang setiap hari kita beraca padanya

Melihat noda hitam di wajah dengan jelas

Dan pelan-pelan mulai menutupinya dengan polesan bedak atau sekedar lotion,

Bukankah itu lebih mudah?

Berapa kali kita bercermin untuk sekedar memperindah penampilan jasad?

Namun,

Ketika itu, sudahkah kita bercermin dengan kehidupan,

Menutupi kehidupan dengan amal soleh yang kita perbuat

Dan menjadikan kelebihan sebagai jalan untuk dekat dengan-Nya

Sudahkah?

Atau memang kita malu untuk melihat segala kekurangan kita, melalui cermin kehidupan yang ada di depan mata?

( diambil dari buku Jadi Muslimah Kudu Sukses oleh Tim ILNA)

  • di penghujung PPL II – bagiku menjalin hubungan baik jauh lebih membahagiakan dibanding dengan ukuran materi, mengalah demi dicintai kalian lebih melegakan meski hati terkorban. Enjoy-enjoy ajalah ya..🙂 understand me right, pliz!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: