Oleh: niadp | Oktober 6, 2008

sahabat inspiratif ku

Nih dia,, cerita tentang sahabat berbagiku ( ikhwan lho.. tuh kan siapa bilang aku menutup diri punya temen ikhwan).  Suatu ketika dia mengungkapkan sesuatu yang bikin surprise. Apaan??!! Eits.. jangan mikir yang macem-macem, semacem ajah!

Ba’da Dzuhur saat jam istirahat:

“ tahu nggak, aku sudah meng-khitbah seorang akhwat lho?” katanya sambil senyum-senyum.

“ Hah.. yang bener? Serius? Trus kuliahmu gimana?”  tanyaku tak percaya.

“ Dijalani aja dulu, kalaupun nanti harus berhenti ,mungkin itu kondisi yang harus dijalani” jelasnya.

Selanjutnya dia bercerita tentang target-target ke depannya, ikhtiarnya mengumpulkan materi demi kelanjutan proses menyempurnakan setengah dien-nya. Hebat!! Begitulah satu kata yang aku stempelkan padanya. Kalau biasanya aktivitas kerja mulai dari hari senin-sabtu, kini hari minggu-pun diapakainya untuk bekerja sambilan. Pergi ke daerah-daerah pelosok membawa barang-barang yang bisa di jual disana, modalnya hanya ongkos, keberanian dan kekuatan karena dia hanya membantu menjualkan barang milik orang lain. Biasanya pagi-pagi aku kirimkan sebuah sms motivasi untuknya biar SEMANGAT!!! Lalu, seninnya aku tinggal mendengarkan kisah seru-nya berpetualang di hari minggu.

“ gimana kemaren, dapet keuntungan berapa?” duh.. sebenernya nggak sopan sih nanya “profit” nya he..he.. tapi karena kita sudah kayak sodara kandung ya nggak masalah. Berapa rupiah-pun pencapaiannya, dimataku dia adalah sosok yang tangguh, hebat dan luar biasa keberaniannya.

Subhanallah.

 

Nggak banyak deh ikhwan tangguh seperti ini atau aku-nya aja yang nggak tahu hee… dialah sahabatku, sahabat berbagi cerita, yang membesarkan hatiku kala susah dan terbelit masalah, seorang yang menceritakan detil kekuranganku dengan begitu ril-nya. Pemahaman agamanya jauh di atasku dan rela memberikan ilmu yang tak terduga demi melihatku menjadi “lebih baik”.  Persahabatan yang murni sekali tanpa tercampur “rasa” tentunya, jadi seperti apa ya… saudara sekandung mungkin, lebih tepatnya kakak. Banyak hal-hal tak terduga yang sering di lakukannya padaku, misalkan: udah tahu belum amalan-amalan dalam berwudhu biar lebih afdhol? Siapin buku dan pena ya, nanti aku catetin. Yah.. minat nggak minat aku-nya juga nurut aja diajarin ini itu apalagi kalo lagi ngritik tuh puedesss banget. Pokoknya banyak deh.. mudah-mudahan bukan-lah satu hubungan yang salah asalkan dalam batasan syari’ah.

 

Makanya, sekarang, ketika dia berjuang dalam segenap upaya demi bisa meraih target walimahannya tahun ini, aku sangat men-support dan mendo’akan bahkan mencoba menguatkan azzam-nya.

Suatu senja jelang buka puasa:

“ Mo lihat calonku”, tawarnya kepadaku.

  Mana.. mana…”, sambutku antusias. Duh.. gimana ya bentuknya he..he..

sebuah foto disodorkan, mmm.. manis (again.. nggak lebih manis dariku lah ya.. he..he dasar narsis!!).

“ Dia tu Cuma seorang baby sitter”, ungkapnya dengan raut muka sedikit bersedih hati.

“ Bagus dong!! Berarti udah punya sifat keibuan, pantes untuk diperjuangkan,”  aku berusaha untuk menyuburkan semangatnya agar tak mundur hanya karena status sang calon –targetnya-. Motherhood is better than childish like me of course!!! Me.. childish?? Ah nggak juga-lah!

 

Menjelang sahur  sebuah sms ku terima:

“ Teruslah memotivasiku untuk mengobarkan semangatku. Semoga tetap mnjd shbt yang slg take and give.ok”.

baru ku tahu kalau hari itu dia jatuh sakit. Rasa capek yang dahsyat telah menumbangkan kobaran semangatnya. Ugh.. sepagi itu aku mendengar dentuman petasan disekitar komplek rumahku. Di penghujung jalan nampak gerombolan remaja menghabiskan waktu bermain petasan, ngebut-ngebutan dan pacaran versi ramadhan –asmara subuh-. Dua sisi hidup yang sangat berbeda. Ada satu sisi masa muda yang mengetengahkan sebuah perjuangan hidup mencapai sesuatu yang diinginkan dengan susah payah, di lain sisi ada pemuda yang menghabiskan waktu untuk Just HaVe Fun tanpa juntrungan yang jelas. Ah.. tak tahulah, tiap orang menjalani hidupnya sesuai dengan apa yang diyakini kebenarannya.

 

Teruntuk sahabatku ini, mudah-mudahan niat baiknya menikahi akhwat pujaan hatinya segera tercapai karena merupakan sebuah keberanian tingkat tinggi untuk memutuskan “menikah dini”. Jika melamar untuk dijadikan pacar sih.. anak SD juga udah bisa, tapi jika melamar untuk dijadikan “isteri” itu baru hebat. Semoga Allah menyisihkan semua aral melintang dihadapannya. Allahumma Amin.

 

(23 Ramadhan1429H, memaknai sebuah kedekatan yang terjalin disebabkan sebuah perseteruanku dan dia. Katakan jika ada yang tidak berkenan, nasehati jika aku salah, balaslah jika aku menyakiti. SEMANGAT mu adalah bintang. Keep Istiqomah)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: