Oleh: niadp | Agustus 1, 2008

My Close Friend Asking

Boleh nggak daku mengatakan ini :

Maukah berlomba denganku, adu kecepatan memperbaiki diri

Bersaing menjadi hamba-Nya yang bersyukur ?

Bersediakah menjadi sainganku, adu ketangkasan merebut hidayah-Nya yang begitu agung dan mulia?

Bersediakah duduk bersama dalam kesabaran duka dan bahagia, menyentuh cinta dan kasih-Nya yang kekal…. Sekali lagi

Maukah melangkah bersama menjadi penyerta dalam setiap jalan menempuh keridhoan-Nya, saling membimbing dan menasehati ya ukhti?

 

Kuharap Allah akan memegangmu erat dan para malaikat pun kan menjagamu ketat. Tak hanya menjadikanmu baik tapi mendapat yang terbaik dalam hidup.

 

Masya Allah.. Surprise!! Sms itu begitu menyentak jiwaku. Membuatku bingung untuk membalasnya.  Iyakah? Benarkah?

Rasanya baru saja, tepatnya tanggal 17 Juni 2008 diriku menerima sms darinya yang mengabarkan bahwa dirinya resmi HIJRAH total dan menjadikan hari itu sebagai starting day untuk proses berhijab lahir batin, Insya Allah. Dirinya mengikrarkan diri sebagai seorang ‘ bayi ‘ yang butuh suapan agar cepet gede. Mampukah diriku menjadi salah satu Ummu Al Madrasah buatnya??

 

Aku melihatnya sebagai sosok yang pendiam, sangat, lebih pendiam dariku. Tak banyak bicara saat sedang bersama. Together in silence. Hanya perbincangan kecil yang tak se-seru bahasan via sms, bahkan untuk beberapa hal kami-pun terkadang harus surat-suratan ( ya ampyun.. untung gk pake merpati pos🙂

Dirinya care sekali, lebih care dari diriku. Terkadang dikarenakan berbagai kesibukan membuatku lupa untuk menyapa ‘bayiku’ ini. Tapi tidak dengannya, dirinya selalu ngingetin ini itu, rajin memberikan pujian dan komentar untukku dan yang terhebat adalah selalu membangunkanku untuk qiyamul lail serta meneguhkan shaum sunnah. Lho.. kok jadi kebalik. Siapa yang bayi, siapa yang jadi ummi sih..

 

Wajahnya manis,mmm.. tapi aku tak rela menyebutnya lebih manis dariku he..he.. Aku melihatnya menyimpan berbagai cerita. Entah apa saja yang ada dalam benaknya. Belum terungkap sepenuhnya. Yang jelas aku selalu berusaha mengabulkan setiap “permintaan hatinya”. Apakah itu berbentuk taujih, hikmah harian atau sedikit kalimat puitis yang bisa menjadikannya lebih semangat menjalani hari. Bahkan aku harus mengakui, sepertinya dirinya lebih baik ghirroh ber-islamnya ketimbang diriku. Hingga akhir-akhir ini terasa makin banyak air mata meleleh atas kesadaran diri, betapa banyak kekuranganku, betapa kecilnya aku, betapa lelet-nya ikhtiar diriku mendekat pada-Nya. Yah..hidayah Allah datang dari berbagai perantara-Nya.

 

Ingin lebih dekat denganku, katanya. Ingin silaturahim ke rumah. Tafadol ya ukhti.. bayiku ini memang semangatnya luar biasa. Bahkan diam-diam kami-pun punya mimpi-mimpi yang masih tersimpan dalam perasaan. Mudah-mudahan Allah segera memberi jalan untuk mimpi kita itu yach..

 

Sampai sms itu ku terima. Ah.. seharusnya diriku lah yang menawarkan itu padamu. Dirikupun tak sempurna, butuh orang lain untuk menemani kerapuhan iman, melewati masa futur. Asyik juga punya saingan dalam merebut cinta-Nya.  Ok.. kita bersaing!!! Karena aku, kamu, kita adalah para pencari Tuhan.

 

Menjalani hitam putih hidupku

Membuatku mengerti

Arti hadir-Mu dalam setiap langkah-langkah ku berarti

Melewati setiap detik waktuku bersama takdir-Mu

Membuatku mengerti hanyalah pada-Mu

Ku kembali

 

Ku bersujud kepada-Mu

Memohon ampunan-Mu

Adakah jalan untukku tuk kembali pada-Mu

 

Akulah para pencari-Mu ya Allah

Akulah yang merindukan-Mu ya Robbi

Tunjukkan ku jalan yang lurus

Untuk ku tapakkan langkahku

Hanya ditangan-Mu ya Allah

Tempat ku pasrahkan hidupku

( Para Pencari-Mu, By Ungu)

 


Responses

  1. duh, , sampe mrinding baca na. hhe

    blog na bgus bgd. .


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: