Oleh: niadp | Juli 3, 2008

Let me tell U bout something

 

FRIENDSHIP STORY

Let me tell you “ I LOVE YOU”

 

Aku ingin selalu mengingatnya, dimulai dari aku membuka mata. Saat diri ini terbangun dari tidur satu-satunya nomer HP yang ku ingat adalah nomernya. Bergegas menggerakkan tangan untuk melakukan missed call dini hari atau yang kami beri nama “Ring in Lail” (bukan Ring in Red). Sekedar mengingatkannya untuk bangun pagi, begitu juga kalau aku yang terlalu lelap, dialah “Waker-ku”. Menyayanginya bukanlah satu kesalahan. Aku ingin dia menjadi lebih baik karena aku mencintainya (Insya Allah karena Allah). Aku rela mengobrak-abrik semua buku demi mencari “ hikmah harian” yang up date dan terindah untuknya.. hanya untuknya. Pada jam-jam tertentu aku tak ingin lupa untuk mengingatkannya agar tidak telat makan dan segera menunaikan sholat. Aku bersedia menjadi reminder-nya seperti ia yang selalu menjadi reminder-ku.. ah.. pokoknya aku selalu menginginkannya menjadi lebih baik. Banyak perhatian, cinta dan kasih kucurahkan kepadanya. Meskipun pertemuan fisik hanya terjadi seminggu sekali dalam hitungan beberapa jam saja namun cukup “menyuburkan” hubungan tanpa batas ruang dan waktu ini. Dan aku tak ingin banyak menuntut kesempurnaan darinya karena aku mengerti betul kesibukan masing-masing.

 

Hayooo.. jangan mikir macem-macem…

Siapa sih tokoh yang diceritakan????

Dialah yang kusebut sebagai “ sahabat tempel”. Ketika aku merasa banyak “ditinggalkan” sahabat, namun datang komunitas baru yang menenteramkan dan mencerahkan. Insya Allah, tema persahabatannya adalah persahabatan yang baik lagi memperbaiki. Dalam hitungan hari saja, tiba- tiba berbagai sms berdatangan mengirimkan hikmah harian atau sekedar tanya materi minggu depan dan sebagainya. Lalu… aku merasakan ada zona nyaman menyelubungi, seperti menemukan satu titik ukhuwah baru. Aku tidak ingin menyebut mereka sebagai pengganti sahabat yang hilang tapi setidaknya bisa mengobati rasa kehilangan itu. Aku bersyukur, dari sekian banyak temen holaqoh mereka mau memilihku menjadi “ sahabat tempel” (perangko kali ditempeli… ledek salah satu dari mereka). Aku bersyukur mereka “ jatuh hati” padaku ( yee.. Ge-eR aja !!). maybe because I have an innocent face (hi.. hi.. narsis pisan)

 

But don’t know why and don’t know how.. tapi begitulah realitanya. Ada semangat baru saat kembali mengisi hari minggu dengan teman-teman holaqoh. Inilah ukhuwah.. saling memberi perhatian, mengingatkan, sharing together etc. senang sekali ada yang mau “memilihku” jadi sahabat tempel. Sedikitnya, aku merasa bersemangat untuk ‘bangun pagi’ dan berlomba untuk bisa bangun lebih awal agar bisa berpartisipasi saling bangun mambangunkan ( meskipun diriku-lah yang lebih sering dibangunin duluan )..

 

Syukur tiada habis, itu kalimat yang bisa aku ungkapkan. Tidak semua orang punya ‘seseorang’ yang selalu menginginkan menjadi lebih baik. Pacar-pun belum tentu mampu dan mau dengan tulus hati menggenapkan perhatian demi melihat kita menjadi pribadi yang lebih baik. Sahabat jauh lebih tulus karena dia melakukan tanpa syarat serta tidak mengharapkan balas jasa. Maksudnya?! Yaa.. kalo pacar mah gk usah ditanya, udah pasti baek. Klo gk baek kan bakal diputusin dong!!. Nah.. beda dengan sahabat, jika dia berbuat baik pada kita, Insya Allah itu datang dari ketulusan hatinya dan tanpa syarat.

 

Aku mengerti bahwa kita adalah makhluk sosial yang tak bisa hidup sendiri. Memaksa diri untuk terus istiqomah itu sulit. Aku tetap butuh orang lain untuk mengingatkan, meluruskan, mengoreksi, menilai dan sebagainya. A wise man saying : we can’t keep our enthusiasm automatically. Enthusiasm must be nourished with new actions, new aspirations, new efforts, new vision. Nothing great was achieved without enthusiasm. Yah emang sih.. yang namanya semangat besar itu harus di maintenance terus, dipupuk, diberi vitamin, dijaga, dibenahi etc. layaknya kendaraan punya jadwal untuk di service, anti virus punya up date schedule, kira- kira begitulah. Iman kan naik turun.. nah untuk menyeimbangkannya kita butuh stabilizer. That’s what friends are for.. itulah gunanya sahabat. Ingin lail secara rutin? Emang susah klo Cuma mengandalkan ‘alarm pribadi’ sering gk kebangun. Butuh seseorang yang punya keinginan sama -istilahnya satu Fikroh (pemikiran)- dengan membuat kesepakatan untuk saling ‘membangunkan’. Demikian juga untuk tilawah, hafalan surat dan aktivitas tarbiyah lainnya. Lomba.. lomba.. Fastabikul Khoirot.. berlomba-lomba dalam kebaikan. Meskipun tetap belum bisa sempurna dan ibadahnya masih dalam ukuran mini yang katanya masih sering kalah dengan keadaan, tapi paling tidak ada niat untuk memperbaiki diri dan aku tak ingin kehilangan moment ini. Be a happy single.. friendship never ends. Now, let me tell U,, I Love U.

Ssstt.. aku memang punya trik buat kau ‘klik’ dengan diriku😉

 

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: