Oleh: niadp | Juni 14, 2008

Let’s Learn About Life From Poetry

Happiness.. Where are you??

Richard Cory

Whenever Richard Cory went down town

We people on the pavement looked at him

He was a gentleman from sole to crown

Clean favored, and imperially slim.

And he was always quietly arrayed

And he was always human when he talked

But still he fluttered pulses when he said,

“ Good morning “, and he glittered when he walked

And he was rich- yes, richer than a king

And admirably schooled in every grace

In fine, we thought that he was everything

To make us wish that we were in his place

So on we worked and waited for the light

And without the meat, and cursed the bread

And Richard Cory, one calm summer night,

Went home and put a bullet through his head

( Edwin Arlington Robinson 1869-1935)

Puisi Richard Cory ini adalah salah satu puisi yang inspiratif sekali. Aku mendapatkannya pas ikut acara bedah puisi “ Express Your Beauty With Literature” di kampus ku setahun yang lalu. Puisi yang sangat menarik dan sarat makna serta mengajarkan kita bahwa materi, popularitas dan gemerlap dunia tidak selalu membawa kebahagiaan. Diceritakan dalam puisi tersebut ada seorang laki-laki yang mempunyai segalanya. Semua orang menaruh kagum dan berkeinginan untuk bertukar posisi dengannya. Apa yang kurang jika semua yang diinginkan setiap orang ada padanya. Satu kata saja “ PERFECT LIFE”. Sampai akhirnya.. di suatu malam ia memilih mengakhiri hidupnya dengan menembakkan sebuah peluru di kepalanya. Habislah sudah.. hilang semua kekaguman berganti dengan gelengan kepala tak percaya. Apa yang kurang dari dirinya?? How come?? Oops.. very unfortunately !!

Samalah dengan kisah Curt Cobain, vokalis Nirvana yang lebih memilih bunuh diri sebagai jalan terbaik yang ia tempuh. Padahal dia adalah sosok terkenal yang digandrungi seantero dunia, mempunyai isteri yang cantik dan harta yang melimpah. Kata dosenku “dia tak sempat cerita mengapa dia melakukan itu, hanya saja salam terakhir darinya adalah “ C U in hell”. Hii.. syerem.. siapa yang mau ke neraka. Begitupula dengan presiden Hyundai, mati bunuh diri dengan terjun bebas tanpa parasut dari gedung pencakar langit. Again, dosenku berkata “ emangnya dia pikir dia Superman, udah bisa dipastikan hal tersebut membuatnya harus say goodbye to this beautiful world”. Hi.. hi ya iyalah masak ya iya dunk!!

Nih.. ada realita kehidupan lain buat dijadikan cerminan hidup kita semua. Sebuah studi yang dilakukan oleh Daniel Goleman yang dikutip oleh Ary Ginanjar bahwa di Amrik sana ada seorang Milyoner yang sukses luar biasa namun diusianya yang mencapai 50 tahun dia merasakan penderitaan batin yang hebat. Dia merasa telah menjadi budak waktu yang bekerja siang malam demi memuaskan partner dan client. Kesuksesan duniawi dirasakan sebagai sebuah penjara. Dan ia berkata “ Perusahaan ini telah mencapai level memperbudak diriku, aku merasa terperangkap”(ESQ Power).

Hmmm.. berbeda sekali jika dibandingkan dengan kisah-kisah berikutnya.

Sebuah perusahaan di Jepang, Kyoto Ceramics dengan pendapatan mencapai 400 juta dollar setelah dipotong pajak tahunan 12% tidak membuat sang pemimpin hidup dalam High class Lifestyle, namun gaya hidupnya sangat sederhana. Begitu juga dengan Konosuke Matshusita, pemilik perusahaan Matshusita, disamping beliau menjadi entrepreneur dan pendidik, beliau juga seorang filosoper. Beliau telah menulis lebih dari 46 buku mulai dari tahun 1953-1990. sampai akhir hidupnya beliau menghabiskan 291 juta dolar kekayaan pribadi dan 99 juta dollar dari perusahaannya untuk beramal membantu.sesama ( Wow.. it’s absolutely wonderful!!). beliau meninggal di usia ke 94. motto hidupnya: Life isn’t only for bread ( Hidup tidak hanya untuk makan dan kesenangan, lebih dari itu adalah berbagi dengan sesama) … Subhanallah

Taken from my lecturer daily writing:

Banyak orang merasa kesepian dalam hingar bingarnya keramaian, namun sebagian merasa kesunyian adalah keceriaan jiwa yang sebenarnya. Sesungguhnya hingar bingar keramaian adalah sekumpulan kesunyian hati manusia yang haus akan keceriaan hidup yang tak pernah mereka rasai.

Tak sedikit manusia merasa tak pernah punya apa-apa diantara tumpukan emas dan permatanya, namun sebagian lain merasa memiliki dunia diantara himpitan lapar dan dahaga. Harta benda berasal dari ketiadaan dan sesungguhnya ketiadaan adalah kekayaan hakiki yang tak pernah membuat orang menderita. Jika engkau merasa mempunyai banyak engkaupun akan memiiliki rasa takut yang banyak pula, rasa takut yang menumpuk adalah penderitaan yang sia-sia. Tetapi ketika engkau merasa tak punya apa-apa, lalu apa yang engkau takutkan?

( Duh.. dosenku puitis sekali ya kata-katanya.. maaf ya pak “nyontek tulisannya” )

So, apa sih yang kita cari di dunia ini?? Jawabnya satu “ Rasa Bahagia”. Kesuksesan adalah kunci kebahagiaan. Tapi sukses yang bagaimana? Ukurannya apa? harta yang melimpahkah? Popularitaskah? Kedudukan? Or anything else?

Britney Spears, artis muda yang cantik, multi talented, seksi, popular dan kaya raya. Lihatlah bagaimana kisah hidupnya. Awalnya berkoar-koar akan menjaga virginitas sebelum menikah tapi karena tak ‘ istiqomah berprinsip’ harus menjilat ludahnya yang sudah terlanjur di buang demi seseorang laki-laki bernama Justin Timberlake. Setelah itu, ikuti saja sensasi yang dibuatnya. Menikah “main-main” dengan durasi kurang dari setengah hari. Di hari yang lain tersiar kabar bahwa Britney kecanduan alcohol dan menggunduli rambutnya sendiri. Bahagiakah menjalani hidup seperti itu?. Deretan nama-nama terkenal lainnya seperti Tina Turner, Jimmy Hendrix, Janis Joplen, Brian Jones dan Elvis Presley semuanya mati overdosis karena merasa kesepian ditengah ketenaran sebagai rocker.

Betapa kontrasnya tiap lini kehidupan manusia. Orang baru bisa dikatakan sukses jika dia bahagia. Bahagia itu letaknya di hati. Kitalah yang menciptakannya tanpa ukuran tertentu. Kita bisa bahagia setiap hari jika kita mau dan kita juga bisa sedih setiap hari jika memang situasi itu yang kita ciptakan di hati. Bersyukurlah atas segala hal yang kita punya karena takdir Allah pastilah yang terbaik.

Bercermin dari kisah-kisah sebelumnya. Aku secara pribadi merasa bersyukur menjadi diriku sendiri. Sekacau-kacaunya hidupku tidak sekacau hidup mereka yang 100% kalah dalam menghadapi kesulitan hidup yang sesungguhnya selalu ada jalan keluarnya. Bukankah semakin gelapnya malam menandakan semakin dekat dengan terbitnya matahari pagi. Lagipula Allah tidak pernah membebani hamba-Nya dengan urusan yang kita tak sanggup memikulnya. Janji Allah “ Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan” * QS. Al Insyirah:5:6)

Nikmat terbesar dalam hidup ini adalah sebuah keyakinanku bahwa Allah-lah Tuhanku, tempatku bersandar, tempat mengadu dan meminta pertolongan. Hasbunallah wa ni’mal wakil ( cukuplah Allah sebagai Pemberi Petunjuk dan Penolong). Hidup ini akan indah jika kita tahu jalan mana yang benar.

Hidup itu haruslah seimbang. Hidup tidak hanya sekedar hidup. Harus ada sesuatu yang hidup dalam suatu kehidupan. Tak Cuma raga yang hidup namun hati juga harus di hidupkan agar dikau temukan yang namanya kebahagiaan, seperti judul filmnya Will Smith ‘Pursuit Your Happiness’, kejarlah kebahagiaanmu. Tebarkan manfaat karena sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak manfaatnya. Flashback lagi kehidupan yang sudah kita jalani dan hitung kemanfaatannya. Apa saja yang telah kita lakukan seumur hidup ini….

Wahai jiwa yang tenang, Kembalilah kepada Rabb mu dengan hati yang puas dari dirihoi-Nya (QS. Al-Fajr:27-28)

Rujukan : Suhadi,SS ( Bedah Puisi Inggris 2007)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: