Oleh: niadp | Juni 8, 2008

Ukhti Bercerita

Murobbiku Sayang.. La Tahzan !!

Blue Moon, You saw me standing alone

Without a dream in my heart

Without a love of my own

Blue Moon, you knew just what I was there for..

You heard me saying a prayer for

Someone I could care for

( Blue Moon, Richard Rogers & Lorenz Hart)

Menelusuri kehidupan seorang murobbi yang sangat aku sayangi. Mengenalnya merupakan satu kesyukuran. Lukisan sketsa wanita soleha melekat padanya. Seorang aktivis dakwah yang tenang, lembut, bersahaja, berbekal kekayaan akan ilmu agama, ditambah kemandirian dan keterampilan menafkahi diri sendiri. Beliau nyaris sempurna dari segi keagamaan dan kedewasaan. Namun sangat disayangkan sekali di usia yang sudah memasuki kepala tiga belum juga datang seorang ikhwan soleh yang meminangnya.

Perih.. tentu saja. Butuh kesabaran dan ketegaran ekstra untuk menghadapinya. Tak perlu-lah aku menawarkan diri bertukar posisi untuk merasakan apa yang beliau rasakan. Melihatnya saja aku telah merasa sakit. Jikalau itu menimpa diriku, entah berapa liter airmata yang akan keluar demi menangisi kenyataan yang jauh dari keinginan diri. Beliau dan diriku mungkin sama, kami sama-sama belum menikah. bedanya, aku masih bisa tenang karena usiaku masih dalam level ‘aman’ dengan predikat single. Tapi tidak dengan dirinya,, seharusnya di usia segitu beliau sudah menikah. Hanya saja kita tidak pernah tahu ‘ rahasia Allah’.

Sejenak aku merenung, apa sih sebenarnya kriteria calon isteri bagi seorang ikhwan? Akhwat seperti apa yang dicari seorang ikhwan? Dari sudut pandang apa mereka memutuskan untuk meminang seorang akhwat? Bisakah dua hadis berikut menjadi jawabannya.

“ Seorang wanita dinikahi karena empat hal: karena kecantikannya, kekayaannya, keturunannya dan agamanya. Nikahilah wanita yang taat beragama, niscaya kamu akan beruntung. (HR. Bukhari Muslim)

“ Janganlah kalian menikahi wanita karena kecantikannya. Bisa jadi kecantikannya akan menjadikannya hina. Dan janganlah kalian menikah karena kekayaannya, bisa jadi kekayaan mereka akan menjadikan mereka berbuat sewenang-wenang. Tapi nikahilah karena Dien mereka. Sesungguhnya menikahi seorang budak jelek lagi hitam yang taat beragama Islam adalah lebih baik (HR.Ibnu Majah).

Lalu apa yang kurang dari murobbiku itu, meskipun secara fisik tampak ‘sederhana sekali’ dan tidak begitu cantik secara tampilan luar (-afwan-) tapi mempunyai inner beauty yang kuat dan ghirroh dakwah yang luar biasa. Jika harus dibandingkan denganku tentulah aku kalah jauh. Andaikata keimanan yang jadi patokan, rasanya murobbiku ini tak perlu menanti terlalu lama. Ikhwan yang siap nikah kan buanyakkk. Aku yakin akan berbuah ‘pahala’ jika mau menolong menyelamatkan akhwat-akhwat diambang usia kritisnya. Hayooo.. ada yang mau??

Tapi kenyataan memang tak selalu sama. Jalan hidup tidak seideal keinginan. Bagaimanapun seorang ikhwan menginginkan “akhwat sempurna” lahir batin (Ngaku deh!), yang cantik tampilan luarnya, cerdas dan solehah. Seorang ikhwan pernah bilang padaku “ kalau laki-laki itu mencari isteri modalnya gk perlu ganteng yang penting hatinya tapi kalo masalah kriteria isteri yang dicari ya harus cantik luar dalem” ( yah.. selfish banget). Temanku pun berpendapat kalau laki-laki itu puas milih, sedang wanita harus puas dipilih (afwan jiddan.. tapi ini bukan pendapatku lho!). maksudnya tiap laki-laki bebas memilih wanita manapun yang mereka anggap terbaik baginya, sedangkan wanita posisinya ‘menanti’ untuk dipilih ( ah.. gk tau deh bener pa gk). Karena kriterianya masih gk jauh-jauh dari fisik juga, tak heran terkadang ada akhwat yang kebanjiran marriage proposal dan di sisi lain ada akhwat yang menanti penuh harap tanpa ada satu proposal pun yang datang. Hmm.. begitulah hidup dan realitanya.

Holaqoh minggu depan aku kebagian ngisi sesi bedah buku, maunya sih.. bedah buku “Bila Hati Rindu Menikah”, tapi sepertinya harus dipikir ulang deh.. demi menjaga perasaan sang Murobbi. Ah.. seandainya aku bisa memaksa, aku ingin memaksa seorang ikhwan segera melamar beliau agar ringan beban hidupnya, supaya ada seseorang yang menemani lika-liku dakwahnya, seorang ikhwan yang mau menerima beliau apa adanya dan mengenyampingkan kriteria fisik. Duh.. dimana ya?

Membaca cerpen Ifa Avianty “ Puteri Bulan” membuatku lebih paham atas apa yang dirasakan oleh murobbiku. Setiap orang tentu merindukan pendamping hidup. Penantian yang terlalu panjang itu butuh kesabaran. Murobbiku sayang.. tetaplah bersabar karena kemenangan akan datang bersama dengan kesabaran. Selalu ada matahari setelah hujan. Takdir Allah adalah yang terbaik buat kita. Suatu hari akan datang pendamping hidup dengan kualitas teruji meminangmu dan mencintaimu hanya karena Allah.. percayalah..aku sebagai mutarrobi mu selalu berdo’a untukmu.

Taujih buat kita semua:

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan (begitu saja) tidak diuji, sedang Allah belum mengetahui (dalam kenyataan) orang-orang yang berjihad diantara kamu dan tidak mengambil menjadi teman yang setia selain Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. At-Taubah:16)

Duhai Allah.. karuniakan pendamping hidup yang soleh bagi segenap bidadari dunia yang mendamba surga-Mu. Amiinn.

Lembutmu tak berarti kau mudah di jual beli

Kau mampu menyaingi lelaki dalam berbakti

Lembut bukan Hiasan, bukan pula kebanggaan

Tapi kau sayap kiri bagi suami yang sejati

<!–[if !supportEmptyParas]–> <!–[endif]–>

Disebalik bersih wajahmu, disebalik tabir dirimu

Ada rahasia agung tersembunyi dalam diri

Itulah sekeping hati yang takut pada illahi

Berpegang pada janji mengabdikan diri

Malumu mahligai yang tidak perlukan singgasana.

Tetapi ia berkuasa menjaga diri dan nama

Tiada siapa yang akan boleh merampasnya

Melainkan kau sendiri yang pergi menyerah diri

 

Wahai puteriku sayang.. kau bunga terpelihara

Mahligai surga itulah tempatnya..

(Hijjaz: Puteriku sayang)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: