Oleh: niadp | Mei 31, 2008

Me and Friends

“ Assalamualaikum,, hanya sederet kata yang bisa mewakili raga menghadiri walimatul ursy teman baikku. Terukir do’a semoga menjadi keluarga yang SAMARA. Mesir itu telah menemukan sungai nil nya sekarang. Bahagialah membangun rumah tangga penuh berkah Allah. Maafkan ketidakhadiranku karena kondisi tak memberi celah meraih tempatmu”

sore hari – jum’at, 30 Mei 2008- sebuah sms akhirnya aku kirimkan. Dari pagi sms berdatangan dan missed call rame berdering ke HP ku. Yah.. seharusnya hari ini aku sudah berada nun jauh disana, disebuah tempat berlangsungnya pernikahan salah satu teman ku. Di suatu tempat ‘ yang aku sendiri tak tahu’ kapan akan benar-benar kesana karena jaraknya yang jauh dan kondisi jalan yang tidak bagus. Bukannya aku tak mau datang, say.. bukan karena aku tak mau datang ke daerah-daerah ‘pelosok’ – afwan ya..-. another reason is aku mau kesana sama siapa? Gk ada yg mau diajak. Demi sebuah kemashlahatan, tanpa mengurangi rasa bahagiaku di hari bahagiamu I hope u understand. Duh.. aku tahu aku salah. Tidak seharusnya aku tidak datang. Bukankah menghadiri undangan merupakan salah satu kewajiban seorang muslim…. Padahal banyak teman-temanku yang berasal dari sana menginginkanku bersilaturahim kesana. Sekian banyak schedule diatur, mulai dari liburan semester, liburan lebaran dsb, namun semuanya kandas tanpa realisasi. Karena bosan ditanya terus akhirnya aku bilang “ nunggu aku punya suami aja ya” ( he.. he.. yang ini juga gk janji sich!). kalau saja aku seorang laki-laki tentu aku berani nekat pergi sendirian, but I….

mengingat sudah kurang lebih tiga tahun aku mengenalnya. Rasanya baru bulan kemarin aku, dia dan beberapa teman dekatku ‘tuding-tudingan’ mengenai siapa yang akan lebih dulu menikah. Bahkan seingatku dia bilang mo nyelesain kuliah dulu. Kami sering bercanda “ kapan nikah?” , “ Mei.. Maybe yes.. maybe no”. eh.. sekarang dia bener-bener nikah bulan mei. Aku memang sering mampir ke kos-an temanku itu, sekedar numpang sholat, numpang bobo’ juga, ngerjain tugas dsb. Kita memang punya grup “JOJOBA” yang free dari keterikatan dengan seorang cowok. “ Akhwat Zone,, No Khalwat.. No Ikhtilat” tapi tetep seru. Persahabatan yang indah.. saling mengingatkan, saling memberi info dan saling.. saling lainnya. Tapi sepertinya Allah akan mengambil anggotanya satu persatu. Khususnya tahun ini.. dua bulan lagi salah satu temanku yg lain juga akan menyusul..

Mengenang sebuah persahabatan. Sebuah tempat melepas stress dan juga terkadang mendatangkan stress, tempat bercerita aktivitas masing-masing, saling merepotkan satu dengan yang lainnya becampur dengan self ego, pertentangan dan perselisihan. Dibalik semua itu, tersirat sebuah kenangan yang tak akan pernah bisa dilupakan dan tak hilang dalam ingatan. Masa- masa yang tak bisa terulang lagi.

Sesaat dirasakan bahasan di tempat kos-an temanku itu sudah mulai berubah. Lebih kepada preparing her wedding. Tiba-tiba temanku bertanya “Nia kapan??”.. Hah.. kapan ya? Apa pertanyaan itu bisa dijawab?. Aku blank sekali kalo ditanya masalah itu. Begitu pula ketika mereka memaksaku menguraikan kriteria pendamping hidup. Terus terang, tak pernah berani mengkriteria, takut ketinggian. Seperti aku yang tak pernah mau dinilai oleh sebuah kriteria. Aku yang selalu ingin orang lain melihatku ‘apa adanya’. Terima aku apa adanya, aku pun akan melakukan hal yang sama. Tapi yang jelas:

Wanita- wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita yang keji (pula) dan wanita- wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita yang baik (QS.An-Nuur:24:26)

Intinya, perbaiki diri aja dulu, mudah-mudahan Allah akan memberi jodoh terbaik menurut pilihan-Nya, Insya Allah. Tak perlu mengkriteria karena keterbatasan pengetahuan diri untuk memilih dan membuat keputusan. Sesuatu yang menurut kita baik belum tentu baik menurut pandangan Allah. Selain itu, aku suka kejutan.. kejutan indah melalui tangan-Nya. Seperti keterkejutan sodara perempuanku beberapa tahun lalu ketika ada seorang ikhwan yang menyatakan keinginannya melamar sodaraku itu. Sampai sejauh ini, dua puluh satu tahun lamanya bernaung di dunia ini, aku tetap bertahan. Tak ada yang tahu siapa Murobbiku, tak ada yang tahu dimana aku ikut binaan kecuali teman – teman pengajianku saja. Kalo teman-temanku tahu pasti mereka akan meledekku penakut – takut dapet marriage proposal karena biasanya di pengajian kan ada kontak ta’aruf nya he..he..-.

Ah.. terserahlah, terkadang aku berpikir ngurus diri sendiri aja masih ‘kedodoran’ apalagi mau ditambahin orang lain yang juga minta diurusin. Sepertinya diantara semua anggota Jojoba kami, akulah yang masih terlalu imut dan belum pantes mikirin ‘nikah”.

Senang mendengar teman-temanku akan menikah namun terbalut rasa sedih dan kehilangan karena pastinya tidak akan sebebas merpati lagi. Buat yang bellum “Be a Happy Single” selayaknya sungai yang mengalir, muaranya ke laut juga kan. Hanya saja ada aliran sungai yang pendek akan lebih cepet bermuara dibanding aliran sungai yang panjang. Seperti saat kita sedang keranjingan film Ayat-Ayat Cinta, dan mengutip perkataan Maria bahwa .. mesir dan sungai Nil itu jodoh. Senang ya jika kita bisa bertemu dengan jodoh kita yang dikirimkan Tuhan dari langit..

Anyway…..

Happy Newly Married Couple.. U have found someone who can be your strength when U are week, can be your words when U can’t speak, can be your eyes when u can’t see ( *)

U have gone but I can still feel u here.. in my heart. Time will never change it. Time may take us apart but I will still remember U.

 

dengarkan lantunan nasyid BROTHER:

Disini kita pernah bertemu

Mencari warna seindah pelangi

Ketika kau mengulurkan tanganmu

Membawaku kedaerah yang baru

Dan hidupku kini ceria

Kini dengarkanlah.. dendangan lagu

Tanda ingatanku kepadamu teman

Agar ikatan ukhuwah kan bersimpul padu

Kenangan bersamamu tak kan ku lupa

Walau badai datang melanda

Walau bercerai jasad dan nyawa

Mengapa kita ditemukan

Dan akhirnya kita dipisahkan

Mungkinkah menguji kesetiaan

Kejujuran dan kemanisan iman

Tuhan berikan daku kekuatan

(Untukmu Teman : BROTHER)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: