Oleh: niadp | Mei 8, 2008

Hakikat Do’a

Antara Do’a , Perubahan Diri dan Pengabulan-Nya

Riwayat yang diceritakan oleh Ibn Husain tentang firman Allah Swt yang berbunyi :

Demi kemuliaan dan kebesaran-Ku dan juga demi kemurahan dan ketinggian kedudukan-Ku di atas Arsy. Aku akan mematahkan harapan orang yang berharap kepada selain Aku dengan kekecewaan. Akan Aku pakaikan kepadanya pakaian kehinaan di mata manusia. Aku singkirkan ia dari dekat-Ku, lalu Ku putuskan hubungan-Ku dengannya.

Mengapa ia berharap kepada selain Aku ketika dirinya sedang berada dalam kesulitan? Padahal, sesungguhnya kesulitan itu berada di tangan-Ku dan hanya Aku yang bisa menyingkirkannya. Mengapa ia berharap kepada selain Aku dengan mengetuk pintu-pintu lain, padahal pintu-pintu itu tertutup. Padahal, hanya pintu-Ku yang terbuka bagi siapapun yang berdoa memohon pertolongan dari-Ku.

Siapakah yang pernah mengharapkan Aku untuk menghalau kesulitannya lalu Aku kecewakan? Siapakah yang mengharapkan Aku karena dosa-dosanya yang besar, lalu Aku putuskan harapannya? Siapa pula yang pernah mengetuk pintu-Ku lalu tidak Aku bukakan?.

Aku telah mengadakan hubungan yang langsung antara Aku dengan angan-angan dan harapan seluruh makhluk-Ku. Akan tetapi, mengapakah mereka malah bersandar kepada selain Aku? Aku telah menyediakan semua harapan hamba-hamba-Ku, tetapi mengapa mereka tidak puas dengan perlindungan-Ku?

Aku pun telah memenuhi langit-Ku dengan para malaikat yang tiada pernah jemu bertasbih kepada-Ku, lalu Aku perintahkan kepada mereka supaya tidak menutup pintu antara Aku dan hamba-hamba-Ku. Akan tetapi, mengapa mereka tidak percaya kepada firman-firman-Ku?

Tidakkah mereka mengetahui bahwa siapapun yang ditimpa oleh bencana yang Aku turunkan, tiada yang dapat menyingkirkannya kecuali Aku? Akan tetapi mengapa Aku melihat ia dengan segala angan-angan dan harapannya itu selalu berpaling daripada-Ku? Mengapakah ia sampai tertipu oleh selain Aku?

Aku telah memberikan kepadanya segala kemurahan-Ku apa-apa yang tidak sampai harus ia minta. Ketika semua itu Aku cabut kembali darinya, lalu mengapa ia tidak meminta kepada-Ku untuk segera mengembalikannya, tetapi malah meminta pertolongan kepada selain Aku? Apakah Aku yang memberi sebelum diminta, lalu ketika dimintai tidak Aku berikan? Tidakkah dunia dan akhirat ini milik-Ku? Tidakkah hanya Aku tempat bermuaranya semua harapan?

Apa pula yang diharapkan oleh orang-orang yang berharap, andaikan Aku berkata kepada semua penduduk langit dan bumi “Mintalah kepada-Ku” Aku pun lalu memberikan kepada masing-masing orang, pikiran apa yang terpikir pada semuanya. Dan semua yang kuberikan itu tidak akan mengurangi tidak akan mengurangi kekayaan-Ku meskipun sebesar debu. Bagaimana mungkin kekayaan yang begitu sempurna berkurang sedangkan Aku mengawasinya?

Sungguh, alangkah celakanya orang yang terputus dari rahmat-Ku. Alangkah kecewanya orang yang berlaku maksiat kepada-Ku dan tidak memperhatikan Aku dan tetap melakukan perbuatan-perbuatan yang haram seraya tiada malu kepada-Ku.

Ibn Ath-Tha’ilah dalam kitab Al Hikam :

Bagaimana engkau menginginkan sesuatu yang luar biasa, padahal engkau sendiri tak mengubah dirimu?

Dari kebiasaanmu?

Kita banyak meminta, banyak berharap kepada Allah. Tapi sibuknya meminta, banyak berharap kepada Allah. Tapi sibuknya meminta, kadang membuat kita tak sempat menilai diri sendiri. Padahal, kalau kita meminta dan berakibat kita mengubah diri, maka Allah akan memberi apa yang kita minta. Karena sebenarnya do’a itu adalah penggiring agar kita mengubah diri. Jika kita tidak pernah mau mengubah diri kita menjadi lebih baik maka tentu ada yang salah dengan permintaan kita..”

Ribuan do’a yang terlupakan…

Allah telah mengabulkan ribuan do’a kita namun kita melupakannya. Tidak selalu pengabulan do’a itu seketika itu juga. Terkadang Allah mengabulkan pada saat yang ditentukan dan kita pun lupa bila hal itu sesungguhnya hal itu sebagai jawaban atas do’a kita. Beribu do’a kita telah terkabul…

Sekian banyak kenikmatan-Nya merupakan jawaban dari do’a kita. Janganlah lupa.. manusia sejati tidak akan melupakan cinta dan jasa walaupun sekejap

Do’a adalah penuntun kita untuk mengubah diri. Siapapun yang ingin do’anya di-ijabah, maka jangan perhatikan apa yang kita minta. Akan tetapi, perhatikanlah apa yang bisa kita ubah dulu dari diri kita sendiri.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: