Oleh: niadp | Mei 8, 2008

Dunia Kita, Dunia Muslimah

–Wanita Hiasan Dunia–

 

Cuma hiasan?! Yang di pajang-pajang itu? Oopss.. tenang.. tenang, sabar kawan gk sabar gk kawan. Aku kan juga wanita, gk mungkin “under estimate’ sama kaumku sendiri. “Dunia ini perhiasan dan sebaik perhiasan adalah wanita Solehah” HR.Muslim. Smile up Pal! Gk masalah kok jadi hiasan. Yang namanya perhiasan kan macem-macem. Tinggal pilih mo jadi perhiasan apa. Apakah mo jadi perhiasan imitasi dengan harga murah bahkan 1000 bisa dapat 3 atau jadi berlian eksklusif, indah dipandang tanpa boleh disentuh-sentuh, terbungkus dalam kemasan yang ‘wah dan terkesan mewah’. Jika ingin membuka pembungkusnya diwajibkan membeli terlebih dahulu dan pastinya tidak semua orang mampu membelinya. Gitu ilustrasinya Ukh..

 

Wanita memang dicipta untuk menghiasi dunia. Tak dapat dibayangkan dunia ini kan sepi tanpa kaum hawa. Tahukah engkau, surga-pun terasa tak lengkap tanpa Hawa. Apa sih kurangnya surga? Kok Adam tetap merasa kesepian. So, banggalah menjadi wanita..

 

Wanita itu istimewa.. Let’s see..

Ketika Allah menciptakan wanita, ia diharuskan menjadi seseorang yang istimewa. Allah membuat bahunya kuat menopang dunia namun tetap lembut dalam memberikan kenyamanan. Allah memberi kekuatan  untuk melahirkan dan kuat menerima penolakan yang datang dari anaknya. Allah memberi kekerasan untuk tetap tegar ketika orang lain menyerah dalam mengasuh keluarganya. Allah memberikan kepekaan untuk mencintai anaknya, memberi kekuatan untuk mendukung suaminya dalam kegagalan dan melengkapi tulang rusuk suaminya untuk melindungi hati sang Suami. Terakhir.. airmata wanita adalah anugerah yang bisa digunakan kapanpun kita mau.. Subhanallah!! Indah yach..

 

Maka mengherankan sekali jika saat ini banyak wanita yang dilecehkan. Mengapa?? Padahal Allah tidak menciptakan wanita dari tulang ubun-ubun agar tidak sombong, tidak pula dari tulang kaki agar tidak diinjak-injak. Tapi dari tulang rusuk sebelah kiri, dekat dengan tangan untuk dilindungi, dekat ke hati untuk disayangi. In fact, banyak wanita yang keluar jalur batas kodrat yang seharusnya. Berlomba mengungguli kaum pria dengan melupakan kodrat dan tanggung jawabnya. Melupakan keluarga, merasa telah meraih kemandirian tingkat tinggi dan memandang rendah kaum pria serta mengindahkan nilai kepemimpinan pria. See.. banyak terjadi perceraian karena ketidakpatuhan dirimu wahai wanita. Namun disisi lain, banyak wanita yang terinjak-injak harga dirinya. Dilecehkan, dipermainkan dan dieksploitasi. Tidak.. bukan seperti itu hidup kita Ukhti..

 

Kehadiran wanita di dunia ini adalah sebuah fenomena. Pembunuhan pertama kali di dunia ini dipicu oleh perempuan (Ingat kisah Qobil dan Habil). Banyak juga tokoh-tokoh besar seperti Bill Clinton, Napoleon Bonaparte dan lain lain yang jatuh karena seorang wanita. Terpuruk dan bersujud di kaki seorang wanita. Tapi tidak selalu negative, banyak juga tokoh-tokoh besar yang sukses karena ada seorang wanita solehah disampingnya. Nabi Muhammad sukses menjadi pemimpin dengan dukungan Khadijah dan Aisyah RA. Dibalik kesuksesan tiap orang suskes ada kiprah seorang ibu yang merawat, melindungi dan membesarkan penuh kasih.

 

Pepatah mengatakan, wanita adalah separuh masyarakat, tidak sepatutnya diabaikan dan ditelantarkan. Eksistensi wanita memberikan pengaruh terhadap kehidupan dunia ini. Bisa dibilang baik-buruknya sebuah tatanan Negara tergantung pada wanita. Seorang penyair berkata ‘seorang ibu bagaikan tempat menimb ilmu. Apabila dipersiapkan dengan baik, maka bangsa akan baik’. Next, jika di negeri ini banyak terjadi korupsi, coba deh kita lihat siapa yang ada disamping Sang Koruptor ( he.. he.. kidding only. Afwan jiddan ya Bu!).

 

Saat ini kesetaraan gender sedang marak-maraknya dibicarakan. Hiasan itu telah banyak yang keluar dari kotaknya. Wanita mulai keluar rumah tanpa hijab, melakukan ikhtilat, satu persatu batasan berdandan dilanggar, aurat diumbar, tak ada kepatuhan terhadap suami. Hilanglah semua demi mengusung satu hal yang bernama “kesetaraan gender”. Lupa kodrat wanita yang sesungguhnya… Astaghfirullah,, resapilah untaian hadits berikut ini :

Dua kelompok termasuk penghuni neraka. Aku (sendiri) belum pernah melihat mereka (yaitu) orang yang membawa cemeti seperti ekor sapi, dengannya mereka mencambuki manusia dan wanita yang berpakaian tetapi telanjang, bergoyang-goyang dan berlenggak lenggok, kepala mereka (ada sesuatu) seperti punuk onta yang bergoyang-goyang. Mereka tidak akan masuk surga, bahkan tidak mendapat baunya dan sesungguhnya bau surga itu tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian.

 

Sifat rinci wanita dari hadits di atas :

  1. Berpakaian, namun sebagian besar tubuhnya terbuka, mudah membangkitkan syahwat, tembus pandang dan ketat membentuk lekuk-lekuk tubuh.
  2. jalannya berlenggak-lenggok
  3. Kepalanya nampak lebih tinggi, sebab ia membuat seni hiasan dari rambut sintetis

Sering nonton TV khan?? See the reality with your own eyes..

 

Duhai ukhti fillah..

Jangan tertipu semboyan peradaban yang hanya akan menjajakan wanita sebagai barang dagangan yang ditawarkan kepada siapa saja yang menghendakinya. Jangan korbankan kehormatan diri dan berdalih sebagai sebuah seni. Apakah engkau sangka laki-laki itu tanpa rasa? Dimana rasa malu kita berada?

‘ Malumu mahligai yang tidak perlukan singgasana.

Tetapi ia berkuasa menjaga diri dan nama

Tiada siapa yang akan boleh merampasnya

Melainkan kau sendiri yang pergi menyerah diri… ( Hijjaz: Puteriku Sayang)

 

Jika terjadi pelecehan, aku pun bingung! Siapa yang patut dipersalahkan?

Islam sangat memuliakan wanita dengan menjadikannya manusia yang sama kedudukan dengan laki-laki kecuali berhubungan dengan tugas dan karier yang tidak cocok dengan fitrah dan karakteristik wanita. Dalam Al Qur’an saja ada porsi sendiri yang membahas wanita yaitu Surah An-Nisa. Sesungguhnya, tidak ada larangan wanita untuk mengembangka ndiri. Kita bisa lihat wanita yang sukse menyeimbangkan diri layaknya Khodijah dan Aisyah. Khodijah adalah pengusaha yang sukses, namun sukses pula mendampingi suami dan membina keluarga. Begitu pula Aisyah dengan tingkat intelejensi yang mengagumkan. Beliau berdiskusi dengan para sahabat dan kadang kala menjadi rujukan ketika menemukan jalan buntu dalam masalah-masalah wahyu dan sunnah Nabi. Namun tetap dalam batasan syar’i dan terhijab dengan baik.

 

Wanita boleh mempunyai cita-cita tinggi, boleh berkarir, mengembangkan diri. Pada dasarnya wanita harus cerdas dan tiada pernah berhenti meningkatkan pengetahuan. Kitalah madrasah pertama bagi segenap generasi muda yang akan datang. Wanita harus berdaya, wanita tidak boleh bodoh agar bisa menebarkan kemashlahatan di dalam masyarakat. Tidak selalu melulu terbelenggu dirumah. Jika hanya terbelenggu dirumah tanpa memberikan kontribusi ke dunia luar, lalu siapa yang akan mengisinya? Contohnya di dunia pendidikan: alangkah menyenangkan melihat para siswa –calon generasi mendatang- di ajar oleh seorang muslimah yang sopan, solehah dan berakhlak baik.

 

Ukhti Fillah.. sebagai hiasan dunia, mari kita hiasi dunia ini dengan kesempurnaan akhlak. Memang tak ada yang sempurna namun teruslah menyempurnakan diri. Jadilah perhiasan berharga dan mutiara yang terjaga. Walaupun mungkin kita secara fisik tidak secantik kilauan permata, biarkan hati kita- lah yang bercahaya.

A real pearl doesn’t need light to make it shining

They will keep shining even if buried in the deepest ocean

They are precious without advertisement..

 


Responses

  1. tulisan yg menarik,hebat,dn bnr2 ngbangkitin semangat (khususnya bagi para akhwat-red). Terus,gaya bahasa yg ngebikin orang merasa harus membaca ni artikel ampe abis. Pokok-nya bagus lah. -jazakallah khoiron katsiron-

  2. rajin-rajin ngenet ya he


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: