Oleh: niadp | April 23, 2008

My Own Poetry

Relief Dirinya

Tak dapat dilukis wujudnya
Melalui kata-kata nan indah
Namun ku tak pernah sanggup
Mencecarnya dengan kebencian kata
Jangan tanya padaku alasannya…
Sejujurnya ku tak pernah tau

Satu sosok yang ku kenal banyak cela
Namun menyimpan berjuta makna
Sifatnya tak nampak elok
Hanya saja hati ini terikat pada sosoknya
Sulit berpaling dan menjauh

Dia begitu unik dalam penglihatanku
Ku hanya benci sifat ruhnya
Menyakitkan…
Namun ku tak mau dia tersakiti
Hatiku sakit melihatnya terpuruk berdarah
Sendirian menderita batin
Pahatan memori itu terlalu dalam
Melarut dalam ingatan
Membuatku rela hancur dalam pengorbanan

Menyayanginya bukanlah kesalahan
Tapi dirinyapun ku tak tahu rasanya
Menyentuh pikirannya ku tak mampu
Sesaat ku sering bertanya
“Apalah aku baginya”

kutanya semua… jawabnya:
“dirimu terlalu bodoh dalam pengabdian, gadis”
dia yang terlalu bersandar padamu
akan segera tersadar
saat dirimu hilang
maka menghilanglah..!!!

ya Tuhan,, haruskah..

( one night the great inspiration came to me )


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: